Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Jumat, 1 November 2019

MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

sawahlunto--Kegiatan Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat di lingkungan Pemerintah dilaksanaan pada hari Jumat, tanggal 1 November 2019 pukul 08.35 sd 10.42 WIB dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 10 orang. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Tanah Lapang dan Desa Silungkang Oso Kota Sawahlunto.Kegiatan ini dilaksanakan untuk memonitoring pelaksanaan kegiatan yang dilakukan instansi/lembaga/lingkungan sebagai perpanjangan BNN dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba. Kegiatan diisi dengan diskusi bersama dengan Kepala Kepala Kelurahan Tanah Lapang dan Kepala Desa Silungkang Oso Bersama dengan wakil masyarakat dengan Kasi dan seluruh Staff Sie P2M BNN Kota Sawahlunto.Dari sesi diskusi pada lingkungan masyarakat setuju untuk terus meningkatkan peran untuk melaksanakan pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi di lingkungan masing-masing kemudian BNN Kota Sawahlunto juga akan berupaya untuk terus bersinergi dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba maupun zat Adiktif seperti lem dan bensin yang banyak ditemukan dikonsumsi oleh penyalahguna di Kota Sawahlunto, serta berupaya untuk mengoptimalkan agar tercapainya semua unsur nilai dalam pencegahan dan pemberantasan di Lingkungan instansi yang masih belum terpenuhi.Kemudian peserta kegiatan mengisi kuesioner untuk melihat nilai IKP pada Lingkungan masing-masing peserta untuk mengetahui apakah terlaksananya peran warga Kelurahan Tanah Lapang dan Desa Sailungkang Oso dalam memenuhi aspek Manusia, Metode, Anggaran, Sistem, Sarana dan Prasarana dan Kegiatan untuk melaksanakan aksi P4GN.Dari hasil kuesioner yang disebar pada Kegiatan Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat di lingkungan Pemerintah dapat dilihat aspek kemandirian sudah mandiri dengan nilai Interval di kisaran 3,2 – 3,5 dengan Nilai Interval Konverensi 80 – 88 . Unsur yang masih belum terpenuhi adalah masih belum adanya unsur penganggaran dan regulasi oleh Kelurahan dan Desa pada sebagai rencana aksi P4GN.






Kamis, 28 Maret 2019

BNN KOTA SAWAHLUNTO MELAKUKAN PEMERIKSAAN TES URINE PADA RUTAN KLAS II SAWAHLUNTO

Sawahlunto, 6 Maret 2019  BNN Kota Sawahlunto melaksanakan tes urine pada Rutan Klas II Sawahlunto.  Kegiatan test urine dilaksanakan dalam upaya pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui test urine pada Instansi Pemerintah yakni pada Pegawai dan Narapidana yang ada pada Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Maret 2019 dimulai pada pukul 09.34 wib.Diharapkan kegiatan ini dapat membantu dalam pendeteksian dini penyalahgunaan Narkota pada Rutan Klas II Sawahlunto, sehingga terciptanya lingkungan pemerintah yang bersih dari narkoba. Selain itu dikatakan oleh Kepala BNN Kota Sawahlunto bapak Drs. Guspriadi,MM., dengan diadakannya kegiatan ini, dapat mematahkan paradigma yang ada di masyarakat bahwa Rutan atau Lapas yang ada di Indonesia dapat dengan mudah di susupi oleh barang-barang haram tersebut.Kegiatan ini dimulai  dengan penandatanganan MOU kerjasama antara BNN Kota Saawahlunto dan Rutan Klas II B Kota Sawahlunto. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tes urine dilaksanakan oleh 42 orang yakni 25 pegawai Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto yang ada dan 17 Narapidana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan alat tes yang telah disediakan oleh pihak Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto. Dari hasil tes 39 orang Negatif, 2 orang tidak terbaca dikarenakan alat yang rusak dan tidak ada penggantinya. Kemudian 1 orang Positif BZO hal ini dikarenakan sedang mengkonsumsi obat Pereda sakit gigi, dibuktikan dengan surat pernyataan dokter dan obat yang dibawa oleh pihak yang bersangkutan.Kegiatan ditutup dengan foto Bersama antar BNNK Sawahlunto dan Rutan Klas II B Sawahlunto.[video width="480" height="270" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/03/cegahvid.mp4"][/video] 



Selasa, 28 Mei 2019

KEGIATAN TES URIN PADA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN DAN SOPIR ANGKUTAN UMUM DI KOTA SAWAHLUNTO

[video width="480" height="320" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/05/My_Video2.mp4"][/video]

Berdasarkan permintaan Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto untuk dilakukannya kegiatan tes urin bagi pegawai Dinas Perhubungan dan sopir angkutan umum di Kota Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yaitu terminal angkutan umum Sawahlunto dan jalan lintas sumatera Muarakelaban. Kepala BNN Kota Sawahlunto Drs. Guspriadi, MM mengatakan, “Tes Urin yang kami lakukan pada sopir angkutan umum dan pegawai serta ASN Dinas Perhubungan rutin dilakukan setiap tahunnya. Jadi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto sehingga kegiatan ini berdampak pada keselamatan penumpang dimana sopir tidak mengkosumsi narkotika dan obat-obatan terlarang”, ungkap kepala BNN Kota Sawahlunto. Pegawai Dinas Perhubungan yang dilakukan Tes Urin berjumlah 20 orang dan sopir angkutan umum di Kota Sawahlunto yang di tes urin berjumlah 23 orang. Pada tes urin yang dilakukan ditemukan 1 (satu) orang sopir yang terindikasi positif mengkomsumsi narkoba jenis ganja. Pada sopir ini dibawa ke Kantor BNN Kota Sawahlunto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kabid LLAD Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto Ucak Hardian mengatakan, “dengan dilakukannya tes urin ini akan nantinya kita mengetahui kondisi dari sopir itu sendiri agar baik dalam membawa kendaraan dan pada kesempatan ini kita juga melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pegawai di Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto”, ungkap Ucak Hardian. Harapan yang disampaikan oleh Ucak Hardian sebagai Kabid LLAD Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto, “semoga kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun ketahun ini dapat dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada operasi ketupat saja namun juga dapat dilakukan pada saat yang lainnya”.

 


Senin, 17 Juni 2019

KEGIATAN DESIMINASI INFORMASI MELALUI KAMPANYE DAN PERGELARAN SENI DI TAMAN WISATA SILO KOTA SAWAHLUNTO TANGGAL 16 JUNI 2019 (PRA HANI 2019)

[video width="480" height="270" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/06/My_Video__convert-video-online.com__3.mp4"][/video] Kegiatan Desiminasi Informasi melalui Kampanye dan Pergelaran seni di taman wisata Silo yang dilaksanakan oleh Seksi P2M BNN Kota Sawahlunto serta seluruh staf BNN Kota Sawahlunto yang terlibat dalam penyelenggaran acara tersebut. Acara diikuti dan diisi oleh penampilan seni dari sekolah-sekolah yang ada di kota Sawahlunto yang khusus nya dari generasi Milenial SLTP sederajat dan SLTA sederajat serta penampilan dari salah satu komunitas sanggar kebudayaan yang ada di Kota Sawahlunto dan aksi dari grup Marawis Rutan Kls II B Kota Sawahlunto dimana para narapidana yang terlibat dalam kesenian tersebut. Selain dari penampilan pentas seni acara juga di isi dengan kampanye serta himbauan Anti Narkoba kepada seluruh masyarakat yang ada di kota Sawahlunto serta para undangan yang hadir pada acara pentas seni, Kampanye di isi langsung oleh Kepala BNN Kota Sawahlunto bapak Drs Guspriadi MM dan bapak Kapten inf. Muryanto. Acara kampanye dan pergelaran seni juga di hadiri langsung oleh Walikota Sawahlunto dan wakil serta jajaranya, kepala OPD Sawahlunto, kepala Kejaksaan Negri Kota Sawahlunto, Kapolres Sawahlunto Dandim 0310/SSD dan Ketua DPRD Kota Sawahlunto. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi serta mengingatkan untuk pemuda pemudi dan masyarakat Kota Sawahlunto untuk menghindari bahaya penyalahgunaan Narkotika, selain itu diharapkan kepada seluruh generasi muda yang di sebut dengan generasi milenial untuk dapat mengedepankan prestasi dan kreatifitas serta produktif dalam hal ini agar terciptanya milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Emas. 



Minggu, 3 November 2019

Daftar Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia Tahun 2019

 Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019 [pdfviewer width="600" height="800" beta="true"]https://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/11/Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019.pdf[/pdfviewer]  


Kamis, 31 Oktober 2019

Pernyataan Sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (Mitragyna Speciosa)

Berdasarkan surat Menteri Kesehatan nomor HK 01.07/MENKES/372/2017 tentang komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika dan surat Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.044.42.421.09.16.1740 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan Kratom (Mitragyna Speciosa) dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H mengeluarkan surat nomor B/3985/X/KA/PL.02/2019/BNN tentang pernyataan sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (mitragyna Speciosa), Jumat (31/10).Dari hasil penelitian yang dilakukan BNN RI, daun Kratom (Mitragyna Speciosa) memiliki efek psikotropika yang bisa mempengaruhi mental dan perilaku pemakainya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tanaman Kratom (Mitragyna Speciosa) mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, antara lain : Alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunyai efek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative narkotika, 7-OH Mitragynine yang memiliki efek 13 (tiga belas) kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan Withdrawal Symptoms (adiksi), depresi, pernapasan serta kematian.Mengingat bahaya yang timbul akibat penggunaan Mitragyna Speciosa (kratom) BNN RI mendukung keputusan komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika yang mengklasifikasikan tanaman Mitragyna Speciosa (kratom) sebagai Narkotika Golongan I yang tidak dipebolehkan dalam medis (kesehatan) dengan masa transisi 5 (lima) tahun, akan melakukan Sustainable Alternative Development atau pemberdayaan alternatif tanaman kratom serta akan melakukan sosialisasi pencegahan bahaya pemakaian kratom di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan dan mendorong agar kementrian terkait dapat mempersiapkan kebijakan yang sesuai pasca berakhirnya masa transisi di Indonesia.



Minggu, 3 November 2019

Daftar Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia Tahun 2019

 Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019 [pdfviewer width="600" height="800" beta="true"]https://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/11/Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019.pdf[/pdfviewer]  


Kamis, 31 Oktober 2019

Pernyataan Sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (Mitragyna Speciosa)

Berdasarkan surat Menteri Kesehatan nomor HK 01.07/MENKES/372/2017 tentang komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika dan surat Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.044.42.421.09.16.1740 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan Kratom (Mitragyna Speciosa) dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H mengeluarkan surat nomor B/3985/X/KA/PL.02/2019/BNN tentang pernyataan sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (mitragyna Speciosa), Jumat (31/10).Dari hasil penelitian yang dilakukan BNN RI, daun Kratom (Mitragyna Speciosa) memiliki efek psikotropika yang bisa mempengaruhi mental dan perilaku pemakainya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tanaman Kratom (Mitragyna Speciosa) mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, antara lain : Alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunyai efek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative narkotika, 7-OH Mitragynine yang memiliki efek 13 (tiga belas) kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan Withdrawal Symptoms (adiksi), depresi, pernapasan serta kematian.Mengingat bahaya yang timbul akibat penggunaan Mitragyna Speciosa (kratom) BNN RI mendukung keputusan komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika yang mengklasifikasikan tanaman Mitragyna Speciosa (kratom) sebagai Narkotika Golongan I yang tidak dipebolehkan dalam medis (kesehatan) dengan masa transisi 5 (lima) tahun, akan melakukan Sustainable Alternative Development atau pemberdayaan alternatif tanaman kratom serta akan melakukan sosialisasi pencegahan bahaya pemakaian kratom di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan dan mendorong agar kementrian terkait dapat mempersiapkan kebijakan yang sesuai pasca berakhirnya masa transisi di Indonesia.



Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SUMATERA BARAT

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait