Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Thursday, 20 February 2020

KEGIATAN RAPAT KERJA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANTI NARKOBA DI INSTANSI PEMERINTAH

 SAWAHLUNTO -- BNNK Sawahlunto melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari 2020 di meeting room Silo Hotel Parai Kota Sawahlunto dari pukul 08.00 s.d 12.30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari unsur Kepala OPD dan Kepala Instansi Vertikal di Kota Sawahlunto.Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNN, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an dan ditutup dengan pembacaan doa. Hadir sebagai narasumber kepala Kesbangpol & PBD Kota Sawahlunto bapak Adriyusman, S.Sos., M.M dan kepala BNN Kota Sawahlunto bapak Erlis, S.E., M.H.Kegiatan Rapat Kerja ini bertujuan untuk mensinegritaskan program kerja yang ada di BNN , Dinas OPD, dan Instansi Vertikal lainnya yang ada di Kota Sawahlunto dalam melaksanakan Rencana Aksi Daerah demi melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Narkotika di Kota Sawahlunto.Diharapkan agar tiap instansi dapat mendukung BNN Kota Sawahlunto dengan mengimplementasikan rencana aksi P4GN sesuai dengan INPRES 6 P4GN dan PERMENDAGRI No 12 tahun 2019. Demi terciptanya Kota Sawahlunto yang bebas dan bersih dari Narkoba.[video width="640" height="352" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2020/02/bnn_Kota_Sawahlunto_opd__1_.mp4"][/video] Galeri Kegiatan :






Thursday, 28 March 2019

BNN KOTA SAWAHLUNTO MELAKUKAN PEMERIKSAAN TES URINE PADA RUTAN KLAS II SAWAHLUNTO

Sawahlunto, 6 Maret 2019  BNN Kota Sawahlunto melaksanakan tes urine pada Rutan Klas II Sawahlunto.  Kegiatan test urine dilaksanakan dalam upaya pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui test urine pada Instansi Pemerintah yakni pada Pegawai dan Narapidana yang ada pada Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Maret 2019 dimulai pada pukul 09.34 wib.Diharapkan kegiatan ini dapat membantu dalam pendeteksian dini penyalahgunaan Narkota pada Rutan Klas II Sawahlunto, sehingga terciptanya lingkungan pemerintah yang bersih dari narkoba. Selain itu dikatakan oleh Kepala BNN Kota Sawahlunto bapak Drs. Guspriadi,MM., dengan diadakannya kegiatan ini, dapat mematahkan paradigma yang ada di masyarakat bahwa Rutan atau Lapas yang ada di Indonesia dapat dengan mudah di susupi oleh barang-barang haram tersebut.Kegiatan ini dimulai  dengan penandatanganan MOU kerjasama antara BNN Kota Saawahlunto dan Rutan Klas II B Kota Sawahlunto. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tes urine dilaksanakan oleh 42 orang yakni 25 pegawai Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto yang ada dan 17 Narapidana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan alat tes yang telah disediakan oleh pihak Rumah Tahanan Klas II Sawahlunto. Dari hasil tes 39 orang Negatif, 2 orang tidak terbaca dikarenakan alat yang rusak dan tidak ada penggantinya. Kemudian 1 orang Positif BZO hal ini dikarenakan sedang mengkonsumsi obat Pereda sakit gigi, dibuktikan dengan surat pernyataan dokter dan obat yang dibawa oleh pihak yang bersangkutan.Kegiatan ditutup dengan foto Bersama antar BNNK Sawahlunto dan Rutan Klas II B Sawahlunto.[video width="480" height="270" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/03/cegahvid.mp4"][/video] 




Tuesday, 28 May 2019

KEGIATAN TES URIN PADA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN DAN SOPIR ANGKUTAN UMUM DI KOTA SAWAHLUNTO

[video width="480" height="320" mp4="http://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/05/My_Video2.mp4"][/video]

Berdasarkan permintaan Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto untuk dilakukannya kegiatan tes urin bagi pegawai Dinas Perhubungan dan sopir angkutan umum di Kota Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yaitu terminal angkutan umum Sawahlunto dan jalan lintas sumatera Muarakelaban. Kepala BNN Kota Sawahlunto Drs. Guspriadi, MM mengatakan, “Tes Urin yang kami lakukan pada sopir angkutan umum dan pegawai serta ASN Dinas Perhubungan rutin dilakukan setiap tahunnya. Jadi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto sehingga kegiatan ini berdampak pada keselamatan penumpang dimana sopir tidak mengkosumsi narkotika dan obat-obatan terlarang”, ungkap kepala BNN Kota Sawahlunto. Pegawai Dinas Perhubungan yang dilakukan Tes Urin berjumlah 20 orang dan sopir angkutan umum di Kota Sawahlunto yang di tes urin berjumlah 23 orang. Pada tes urin yang dilakukan ditemukan 1 (satu) orang sopir yang terindikasi positif mengkomsumsi narkoba jenis ganja. Pada sopir ini dibawa ke Kantor BNN Kota Sawahlunto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kabid LLAD Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto Ucak Hardian mengatakan, “dengan dilakukannya tes urin ini akan nantinya kita mengetahui kondisi dari sopir itu sendiri agar baik dalam membawa kendaraan dan pada kesempatan ini kita juga melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pegawai di Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto”, ungkap Ucak Hardian. Harapan yang disampaikan oleh Ucak Hardian sebagai Kabid LLAD Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto, “semoga kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun ketahun ini dapat dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada operasi ketupat saja namun juga dapat dilakukan pada saat yang lainnya”.

 



Wednesday, 19 February 2020

Nasrul Abit Ungkap Peredaran Narkoba di Sumbar Masih Tinggi, Mayoritas Sasar Anak Muda

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit usai pembukaan Seminar Nasional Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza di Auditorium Gubernuran, Minggu (16/2/2020).
PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Angka penyalahgunaan narkoba di Sumbar masih cukup tinggi membuat gerah Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Dia juga mengajak masyarakat ikut perang melawan narkoba. Narkoba merupakan musuh nyata bagi masyarakat Sumbar.Hal itu disampaikan Nasrul Abit, saat hadir pada pembukaan Seminar Nasional Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza di Auditorium gubernuran, Minggu (16/2/2020).Turut hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Napza Kementerian Sosial RI M. Nur Soleh, Kepala Dinas Sosial Sumbar Sumaidi, M.Pd, Direktur Yayasan Pelita Jiwa Insani Syafrizal dan Pembina Institusi Pembina Wajib Lapor (IPWL) Evi Yandri Rajo Budiman.Menurut Nasrul Abit, kepedulian pada para korban narkoba itu sangatlah penting dengan rehabilitasi korban dan pecandu Napza sebagai wujud perang lawan narkotika menuju Sumbar bersih dari narkoba."Saat ini kita kibarkan perang lawan narkoba, menyelamatkan bangsa dari jeratan narkoba. Sebab, narkoba ancaman nyata yang bisa merusak generasi bangsa ini, saya siap terjun ke lapangan untuk perang lawan nakorba ini," tegas Nasrul Abit.Nasrul Abit mengatakan dalam pemberantasan narkoba di Sumbar tidak luput dari keberhasilan dari jajaran kepolisian di Sumbar dalam memberantas narkoba. Dia berharap agar semua pihak bisa bekerjasama merumuskan kebijakan pemberantasan dan peredaran Narkoba di Sumbar."Jangan biarkan narkoba menjajah generasi muda kita. Mari kita berantas narkoba ini secara komprehensif dan terpadu," ajak Nasrul Abit.Selanjutnya Nasrul Abit menjelaskan, bahwa tiap tahun itu angka penangkapan pengedar di Sumbar semakin banyak. Dari tangkapan tersebut masih banyak tergolong usia remaja. Sasaran kebanyakan kepada remaja-remaja yang ada di Sumbar khususnya di Kota Padang adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa."Peran orang tua sangat diharapkan dalam memberantas narkoba. Dengan memberikan edukasi dan penanaman nilai-nilai agama sebagai tameng bagi anak-anak kita dalam menghadapi gempuran narkoba," ucapnya.Semua ini juga tidak lepas dari tanggung jawab dari Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai Bundo kanduang dan semua elemen masyatakat. Karena dampak dari narkoba bisa menjurus ke tindak kriminal lainnya, dan pergaulan bebas."Seperti pergaulan bebas, seks menyimpang (LGBT), bahkan bisa merampok hanya untuk bisa beli narkoba. Ini sangat sangat mengerikan efeknya," tuturnya.Sudah saatnya sekarang menyatukan kata dengan perbuatan untuk perang melawan narkoba, selamatkan generasi muda agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba. (*) sumber : (Harian Haluan) 
https://www.harianhaluan.com/news/detail/86929/nasrul-abit-ungkap-peredaran-narkoba-di-sumbar-masih-tinggi-mayoritas-sasar-anak-muda



Friday, 31 January 2020

Sepanjang tahun 2019, 9 Kasus narkotika diputus oleh Pengadilan Negeri Sawahlunto

SAWAHLUNTO -  Peredaran narkoba di Sawahlunto kian menghawatirkan. Bagaimana tidak? Sawahlunto menjadi tujuan penjualan bagi para bandar di Kab/Kota tetangganya.Faktanya, dari 9 Kasus narkoba yang telah diputus oleh Pengadilan negeri Sawahlunto sepanjang tahun 2019. Terdapat 7 Kasus yang  terdakwanya berasal dari luar kota Sawahlunto.  Dengan tujuan mengedarkan barangnya di Kota Sawahlunto. ada yang dari Kota Solok, Lima puluh Kota, Sijunjung, bahkan dari Kota Padang. Dimana narkotika yang dierdarkan sebagian besar berupa Ganja dan Sabu. Bahkan ada yang beratnya sampai 1 Kg. ( sumber : https://putusan3.mahkamahagung.go.id/pengadilan/ direktori/pengadilan/pn-sawahlunto/jenis/narkotika-dan-psikotropika-1.html )Berangkat dari fakta tersebut, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Sawahluno, Lusiana Sari Handayani, meminta anggotanya untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran Narkotika di wilayah Kota Sawahlunto dan yang masuk dari luar kota sawahlunto. Anggota juga diminta bekoordinasi dengan BNN/Polres di wilayah sekitar kota Sawahlunto.Kepada masyarakat, Kepala Seksi Pemberantasan Kota Sawahlunto juga menghimbau untuk melaporkan kepada BNN kota sawahlunto apabila ada peredaran Narkotika di daerah tempat tinggalnya. Karena untuk melakukan pemberantasan peredaran narkotika, BNN butuh kerja sama dari masyarakat.Kedepannya diharapkan peredaran narkotika di Kota Sawahlunto dapat diberantas sampai ke akar-akarnya. /mul 


Sunday, 3 November 2019

Daftar Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia Tahun 2019

 Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019 [pdfviewer width="600" height="800" beta="true"]https://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/11/Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019.pdf[/pdfviewer]  


Thursday, 31 October 2019

Pernyataan Sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (Mitragyna Speciosa)

Berdasarkan surat Menteri Kesehatan nomor HK 01.07/MENKES/372/2017 tentang komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika dan surat Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.044.42.421.09.16.1740 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan Kratom (Mitragyna Speciosa) dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H mengeluarkan surat nomor B/3985/X/KA/PL.02/2019/BNN tentang pernyataan sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (mitragyna Speciosa), Jumat (31/10).Dari hasil penelitian yang dilakukan BNN RI, daun Kratom (Mitragyna Speciosa) memiliki efek psikotropika yang bisa mempengaruhi mental dan perilaku pemakainya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tanaman Kratom (Mitragyna Speciosa) mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, antara lain : Alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunyai efek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative narkotika, 7-OH Mitragynine yang memiliki efek 13 (tiga belas) kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan Withdrawal Symptoms (adiksi), depresi, pernapasan serta kematian.Mengingat bahaya yang timbul akibat penggunaan Mitragyna Speciosa (kratom) BNN RI mendukung keputusan komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika yang mengklasifikasikan tanaman Mitragyna Speciosa (kratom) sebagai Narkotika Golongan I yang tidak dipebolehkan dalam medis (kesehatan) dengan masa transisi 5 (lima) tahun, akan melakukan Sustainable Alternative Development atau pemberdayaan alternatif tanaman kratom serta akan melakukan sosialisasi pencegahan bahaya pemakaian kratom di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan dan mendorong agar kementrian terkait dapat mempersiapkan kebijakan yang sesuai pasca berakhirnya masa transisi di Indonesia.


Sunday, 3 November 2019

Daftar Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia Tahun 2019

 Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019 [pdfviewer width="600" height="800" beta="true"]https://sawahluntokota.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/218/2019/11/Daftar-Kawasan-Rawan-Narkoba-di-Indonesia-Tahun-2019.pdf[/pdfviewer]  


Thursday, 31 October 2019

Pernyataan Sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (Mitragyna Speciosa)

Berdasarkan surat Menteri Kesehatan nomor HK 01.07/MENKES/372/2017 tentang komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika dan surat Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.044.42.421.09.16.1740 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan Kratom (Mitragyna Speciosa) dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H mengeluarkan surat nomor B/3985/X/KA/PL.02/2019/BNN tentang pernyataan sikap Badan Narkotika Nasional Terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Kratom (mitragyna Speciosa), Jumat (31/10).Dari hasil penelitian yang dilakukan BNN RI, daun Kratom (Mitragyna Speciosa) memiliki efek psikotropika yang bisa mempengaruhi mental dan perilaku pemakainya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tanaman Kratom (Mitragyna Speciosa) mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, antara lain : Alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunyai efek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative narkotika, 7-OH Mitragynine yang memiliki efek 13 (tiga belas) kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan Withdrawal Symptoms (adiksi), depresi, pernapasan serta kematian.Mengingat bahaya yang timbul akibat penggunaan Mitragyna Speciosa (kratom) BNN RI mendukung keputusan komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika yang mengklasifikasikan tanaman Mitragyna Speciosa (kratom) sebagai Narkotika Golongan I yang tidak dipebolehkan dalam medis (kesehatan) dengan masa transisi 5 (lima) tahun, akan melakukan Sustainable Alternative Development atau pemberdayaan alternatif tanaman kratom serta akan melakukan sosialisasi pencegahan bahaya pemakaian kratom di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan dan mendorong agar kementrian terkait dapat mempersiapkan kebijakan yang sesuai pasca berakhirnya masa transisi di Indonesia.




Wednesday, 19 February 2020

Nasrul Abit Ungkap Peredaran Narkoba di Sumbar Masih Tinggi, Mayoritas Sasar Anak Muda

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit usai pembukaan Seminar Nasional Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza di Auditorium Gubernuran, Minggu (16/2/2020).
PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Angka penyalahgunaan narkoba di Sumbar masih cukup tinggi membuat gerah Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Dia juga mengajak masyarakat ikut perang melawan narkoba. Narkoba merupakan musuh nyata bagi masyarakat Sumbar.Hal itu disampaikan Nasrul Abit, saat hadir pada pembukaan Seminar Nasional Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza di Auditorium gubernuran, Minggu (16/2/2020).Turut hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Napza Kementerian Sosial RI M. Nur Soleh, Kepala Dinas Sosial Sumbar Sumaidi, M.Pd, Direktur Yayasan Pelita Jiwa Insani Syafrizal dan Pembina Institusi Pembina Wajib Lapor (IPWL) Evi Yandri Rajo Budiman.Menurut Nasrul Abit, kepedulian pada para korban narkoba itu sangatlah penting dengan rehabilitasi korban dan pecandu Napza sebagai wujud perang lawan narkotika menuju Sumbar bersih dari narkoba."Saat ini kita kibarkan perang lawan narkoba, menyelamatkan bangsa dari jeratan narkoba. Sebab, narkoba ancaman nyata yang bisa merusak generasi bangsa ini, saya siap terjun ke lapangan untuk perang lawan nakorba ini," tegas Nasrul Abit.Nasrul Abit mengatakan dalam pemberantasan narkoba di Sumbar tidak luput dari keberhasilan dari jajaran kepolisian di Sumbar dalam memberantas narkoba. Dia berharap agar semua pihak bisa bekerjasama merumuskan kebijakan pemberantasan dan peredaran Narkoba di Sumbar."Jangan biarkan narkoba menjajah generasi muda kita. Mari kita berantas narkoba ini secara komprehensif dan terpadu," ajak Nasrul Abit.Selanjutnya Nasrul Abit menjelaskan, bahwa tiap tahun itu angka penangkapan pengedar di Sumbar semakin banyak. Dari tangkapan tersebut masih banyak tergolong usia remaja. Sasaran kebanyakan kepada remaja-remaja yang ada di Sumbar khususnya di Kota Padang adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa."Peran orang tua sangat diharapkan dalam memberantas narkoba. Dengan memberikan edukasi dan penanaman nilai-nilai agama sebagai tameng bagi anak-anak kita dalam menghadapi gempuran narkoba," ucapnya.Semua ini juga tidak lepas dari tanggung jawab dari Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai Bundo kanduang dan semua elemen masyatakat. Karena dampak dari narkoba bisa menjurus ke tindak kriminal lainnya, dan pergaulan bebas."Seperti pergaulan bebas, seks menyimpang (LGBT), bahkan bisa merampok hanya untuk bisa beli narkoba. Ini sangat sangat mengerikan efeknya," tuturnya.Sudah saatnya sekarang menyatukan kata dengan perbuatan untuk perang melawan narkoba, selamatkan generasi muda agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba. (*) sumber : (Harian Haluan) 
https://www.harianhaluan.com/news/detail/86929/nasrul-abit-ungkap-peredaran-narkoba-di-sumbar-masih-tinggi-mayoritas-sasar-anak-muda


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SUMATERA BARAT

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait